Break The Bias: 5 Cara yang bisa Pemimpin Perempuan Lakukan untuk Memberdayakan Perempuan

published on 13 June 2022
61637-dkxra

Tahun ini, Break The Bias jadi tema pada Hari Perempuan Internasional, di mana kita semua ditantang untuk membayangkan dunia yang setara gender. Dunia yang bebas dari bias, stereotip, dan diskriminasi. Dunia yang beragam, adil, dan inklusif di mana semua perbedaan dihargai.

Berbicara tentang “Break The Bias”, gender bias di lingkungan kerja masih terjadi hingga sekarang, hingga menyebabkan hanya ada sedikit pemimpin perempuan yang ada di level top management atau di posisi manajer.

Menurut penelitian #LeapbyMcKinsey, bisnis yang dipimpin wanita mengungguli rekan pria mereka sebesar 10%. Namun, perempuan masih sangat kurang terwakili dalam sektor bisnis, yang saat ini ternyata hanya 14% perempuan yang baru memimpin bisnis baru.

Ini sangat memprihatinkan karena memberi perempuan lebih banyak kekuatan ekonomi secara efektif membawa mereka ke akses yang lebih besar ke sumber daya keuangan serta kontrol yang lebih besar atas keputusan penting yang mempengaruhi mereka mulai dari keluarga hingga lingkungan mereka.

Salah satu upaya untuk mengurangi stigma ini bisa dilakukan dari pemimpin perempuan dengan mendukung perempuan lain di tempat kerja dengan bertindak sebagai rekan kerja, mentor, bahkan teman. Mereka dapat memastikan bahwa perempuan yang berbakat dalam tim akan berkembang dan memiliki akses yang bisa mempertemukan mereka ke berbagai peluang dan kesempatan untuk semakin berdaya.

Dalam kepemimpinan, ada 5 poin penting yang bisa kamu lakukan untuk memotivasi sebuah perubahan.

  1. mendorong lingkungan yang inovatif

Pemimpin perempuan harus bisa menggabungkan cara kerja yang cermat dan logis dengan kreativitas, dan kombinasi ini dapat membantu ciptakan lingkungan yang terbuka untuk perempuan lainnya bisa memberikan ide-ide inovatif dalam tim

2. Memberi energi atau 

Perempuan dikenal lebih ekspresif dibandingkan laki-laki, dan sebagai seorang pemimpin, membagikan rasa antusiasme akan memberi dukungan yang lebih untuk hadapi setiap tantangan dunia kerja. Jadi, para perempuan akan melihat dan menjalani pekerjaan mereka sebagai eksplorasi diri dibanding menganggapnya sebagai tantangan. Antusiasme ini yang juga membuat mereka di dalam lingkungan kerja menjadi bersemangat.

3. Memberdayakan yang lain

Kemampuan pemimpin perempuan yang terbiasa untuk memimpin, membimbing secara kritis namun konstruktif bisa mendukung potensi perempuan lainnya dalam kerjasama tim yang efektif.

4. Jadi diri sendiri secara otentik

Selain dituntut untuk bersikap tegas, percaya diri, dan kritis, seorang pemimpin perempuan juga bisa menjunjung tinggi etika, dan memperkuat karakter diri untuk menjadi sosok yang menginspirasi perempuan lainnya. Jujur pada diri sendiri, nilai, moral, dan etika bisa menguatkan karakter yang nantinya akan menginspirasi perempuan lainnnya.

5. Berani bilang "tidak"

Begitu banyak perempuan fenomenal yang berjuang setiap hari dengan ketidakmampuan untuk mengatakan “tidak”, mereka bekerja begitu keras dan mengabaikan diri mereka sendiri. Seorang pemimpin perempuan juga bisa dan berhak menolak sesuatu yang membatasi mereka untuk maju, dan memberdayakan perempuan lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Sekarang udah tahu, kan beberapa cara yang bisa dilakukan pemimpin perempuan untuk memotivasi perempuan lainnya? karena dengan memberdayakan orang lain, terutama perempuan kita bisa memastikan masa depan yang setara dan berkelanjutan bagi semua.

Ingin mematahkan stigma gender bias dengan berinovasi pada bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, atau lingkungan? Punya banyak ide tapi bingung eksekusinya?

Gabung di kompetisi dan program pembinaan SheHacks 2022 karena akan banyak keuntungan yang didapatkan seperti mentoring bersama pakar, asah kepimimpinan, jaringan ke beberapa partner, hingga total hadiah sebesar 150 juta rupiah. Daftar disini untuk lebih lanjut.

Read more