Ciptakan Bisnismu Melalui Kegelisahan

published on 26 July 2022
Screenshot (816)-c5c2w

Pernah terpikir untuk menjadi seorang entrepreneur? Menjadi entrepreneur atau berwirausaha bisa jadi impian semua orang. Terlebih lagi jika bisnis yang kita tekuni ternyata bagian dari passion kita selama ini dan memberikan dampak ke sekitar kita.

Tapi menjadi seorang entrepreneur tidak semata hanya soal financial freedom, jam kerja yang fleksibel, dan atau menciptakan dampak, tapi juga tentang kamu sebagai seorang pebisnis harus bisa memahami dan memiliki wawasan dalam berbisnis untuk membuat bisnismu semakin melesat, dan yang terpenting alasan kenapa bisnismu harus ada.

Semua Dimulai dari Ide

Membangun bisnis tidak semata hanya tentang membuat produk dan dijual ke publik, lalu selesai. Ternyata kamu perlu banget untuk menemukan gagasan atau ide sebelum kamu memulai membangun bisnisnya.

Pada webinar SheHacks 2022 yang diselenggarakan di 7 Juli yang lalu mengundang Leonika Sari (CEO Reblood), Avitia Nurmatari (Founder & CEO BeritaBaik.id), dan Syukriyatun Niamah atau lebih akrabnya dipanggil Niam (Co-founder & CEO Robries) untuk menceritakan latar belakang dari perjalanan entrepreneurship mereka dan apa yang mereka lakukan untuk membuat bisnis mereka berbeda dari apa yang sudah ada.

Menurut Leonika, bisnis adalah solusi dari sebuah permasalahan, dan maka dari itu sebelum menciptakan ide bisnis, kamu harus tahu dulu permasalahan yang akan dihadapi. “Bisa jadi problem yang kita alami sendiri dan kita cek apakah problem ini juga dirasakan oleh segelintir orang, atau ternyata banyak.”

Dari problem tadi, tambah kak Leonika, pastinya sudah ada solusi yang diciptakan sebelumnya, tapi apakah solusi tersebut sudah membantu memecahkan masalah tersebut dengan baik? Jika belum, di sinilah peran kita dimulai melalui ide bisnis yang akan kita bangun.

Membuat Bisnis Adalah Perjalanan Seumur Hidup

Apakah dari situ bisnis kita sudah oke untuk melesat? Ternyata masih belum dan perjalanannya masih panjang.

Membangun bisnis, menurut para pembicara di webinar, bukan ajang untuk menunjukkan kita bisa mandiri sendiri, tapi kita perlu sosok-sosok yang akan turut memberikan kita insight terus menerus dalam bisnis kita untuk berjalan lebih jauh, seperti tim dan keberadaan mentor di bisnis kamu.

“Bisnis kalau mau bertahan harus open-minded dan terus belajar. Sampai sekarang pun saya masih terus belajar (melalui mentoring),” ucap Niam.

Melalui mentor, kita bisa mendapatkan beragam ilmu tentang berbisnis, dan malahan bisa mengantarkan kita untuk bertemu dengan beragam strategic partnership, stakeholders, atau para penggerak industri lainnya.

“Berbisnis berarti ada hal yang harus dikorbankan, dan dalam hal ini adalah waktu,” ujar Avitia, dan menurutnya dalam konteks ini berarti dalam berbisnis kita juga perlu untuk meluangkan waktu kita untuk terus belajar bersama para mentor, ataupun mengikuti kegiatan webinar dan coaching yang bisa memberikan kita insight lebih jauh untuk mengembangkan ide bisnis kita hingga ke fase yang lebih tinggi.

Maka dari itu, untuk memfasilitasi kamu yang mempunyai ide keren dalam berbisnis atau menciptakan dampak dalam menghadapi masalah yang ada di sekitarmu, program SheHacks siap menjadi solusi pertama untuk kamu melalui mentoring, kelas-kelas pengembangan bisnis, dan pastinya kesempatan untuk bertemu potential partner untuk calon bisnis kamu.

Pendaftaran masih dibuka hingga akhir Juli di shehacks.id, dan menangkan juga hadiah hingga 150 juta Rupiah. Yuk ciptakan dampak bersama SheHacks!

Read more