Emansipasi Perempuan dalam Merdeka Belajar

published on 10 May 2022
image1-piiqa

Seminggu setelah peluncuran program SheHacks 2022 dilaksanakan, Indosat Ooredoo Hutchison menggelar rangkaian acara webinar. Webinar ini akan berlangsung setiap dua minggu sekali, loh. Jadi pastikan kamu tidak ketinggalan setiap rangkaian webinarnya, ya! Webinar yang pertama kali ini berjudul “Emansipasi Perempuan dalam Merdeka Belajar” dalam rangka menjawab kesetaraan gender dalam sistem edukasi di Indonesia melalui akses, profesi, dan metode pendidikan.

Webinar yang dilaksanakan pada 28 April 2022 pukul 12.00—13.00 WIB. Dimoderatori oleh Rufina Sekunda sebagai Kepala Sekolah SMPN 7 Dedai, Kab. Sintang, Kalimantan Barat yang juga merupakan Duta Rumah Belajar Kemendikbud Ristek Kalimantan Barat 2018. Bersama dengan tiga narasumber keren yaitu Firly Savitri sebagai Head of Powered By SEKOLAH.MU, Pepita Gunawan sebagai Founder & Managing Director REFO, dan Veryanto Sitohang sebagai Ketua Subkom Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan.

Webinar ini mengingatkan kita sebagai perempuan tentang pentingnya mempersiapkan tantangan yang dihadapi dalam menyikapi beban ganda sebagai ibu, pendidik, dan murid. 

Webinar SheHacks 2022 berbentuk diskusi panel loh, jadi kamu akan dapat banyak perspektif dari berbagai narasumber hebat tiap webinarnya. Sesi diskusi diawali dari Bapak Veryanto Sitohang sebagai Ketua Subkom Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan tentang tantangan para perempuan dalam dunia pendidikan yang menjelaskan bahwa hal itu menjadi sebuah isu secara global karena masih ada banyak tantangan yang dihadapi oleh perempuan. Budaya seksisme juga masih banyak, bahkan di dalam institusi pendidikan, misalnya ketika ada perempuan berpikiran kritis dia dianggap sebagai ancaman karena dianggap bahwa terlalu cerdas dan menganggap bahwa perempuan harus lemah lembut. Bapak Veryanto juga menyampaikan tentang tiga dosa besar dalam institusi pendidikan di Indonesia saat ini, diantaranya kekerasan seksual, bullying, dan intoleransi. Ia percaya negara kita terus berproses dan tantangan tersebut bisa pelan-pelan diperbaiki.

Tantangan lainnya juga dibahas oleh Ibu Firly Savitri sebagai Head of Powered By SEKOLAH.MU tentang bagaimana Ia menyikapi beban ganda sebagai ibu, pendidik, dan juga murid. Bu Firly menjelaskan bahwa tidak mungkin bisa melakukan tiga peran tersebut tanpa dukungan dan bantuan dari suami dan keluarganya. Bu Firly juga beropini tentang penciptaan teknologi pendidikan yang harus melihat dari sudut pandang perempuan. Sebab ada beberapa isu-isu yang berhubungan dengan perempuan yang tidak hanya laki-laki. Hal itu juga disampaikan oleh Ibu Pepita Gunawan sebagai Founder & Managing Director REFO tentang inovasi berbasis digital yang dilakukan oleh instansi pendidikan untuk ikut serta dalam kesetaraan gender. Menurutnya, salah satu yang paling penting adalah bagaimana teknologi itu bisa membantu perempuan menjalankan peran yang berlipat ganda menjadi tetap produktif dan efektif dalam peran - perannya. Selain itu, peran teknologi bisa begitu mampu membantu perempuan di masa ini yang serba digital. Dengan adanya inovasi dalam bidang pendidikan, akan membantu khususnya bagi perempuan agar dapat menjalankan perannya yang berlipat ganda di waktu yang bersamaan.

Ibu Firly juga mengungkapkan dengan adanya teknologi pendidikan, perempuan jadi bisa terakses bahwa perempuan itu bisa kok di profesi - profesi yang sebelumnya tidak terpikirkan. Berbicara mengenai kesetaraan gender, upaya pemerintah khususnya Komnas Perempuan dalam menjalaninya disampaikan melalui Bapak Veryanto Sitohang yang mengatakan, “Sesungguhnya sejak tahun 2000 sebenarnya pemerintah itu sudah punya kebijakan regulasi yang disebut dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 itu tentang bagaimana pengaruh pengarusutamaan gender masuk dalam pembangunan nasional salah satunya adalah untuk isu pendidikan sehingga kemudian mestinya ini menjadi sebuah regulasi yang dia bisa masuk ke dalam semua lini sehingga tidak ada boleh ada hambatan untuk perempuan mendapatkan pendidikan atau tidak ada lagi akses perempuan untuk berkembang atau maju” ujarnya. Beliau juga berharap adanya kerja sama dari segala pihak, misalnya ada banyak startup atau inovasi  yang juga hadir di dalam isu pendidikan ini sehingga semakin banyak juga akan mempermudah para perempuan untuk mendapatkan pendidikan. 


Jadi, yuk kita bersama tuk wujudkan kesetaraan gender melalui inovasi dalam bidang pendidikan bersama SHeHacks 2022. Daftarkan diri atau tim kamu sekarang di shehacks.id dan menangkan total hadiah 150 juta rupiah serta pendampingan dari para mentor, loh! Pendaftaran dibuka hingga 31 Juli 2022, GRATIS!

Read more