Jangan Biarin Dipanggil Matre, Ini Caranya untuk Melek Finansial

published on 28 June 2022
rgasg-kmxyb

Stigma negatif tentang perempuan dan keuangan sepertinya sulit untuk hilang dari masyarakat. Suka uang, disebut matre. Suka berbelanja, malah disebut buang-buang uang. Padahal itu untuk kebutuhan pribadi. Nyatanya, perempuan memang punya pola pikir yang sangat dalam soal mengelola keuangan mereka.

Memang, sih, ini juga dipengaruhi oleh kesenjangan gender yang besar dan masih membudaya. Maka dari itu penting untuk harus segera melawan dan menghilangkan paradigma negatif tersebut melalui literasi finansial, karena pada dasarnya semua harus sadar dalam mengelola keuangan, tidak terkecuali perempuan.

Perilaku Sederhana Ini Bisa Kamu Terapkan Tiap Hari

Ada banyak cara untuk melawan stigma negatif tadi dengan melek terhadap kondisi finansial kamu. Tidak hanya untuk perempuan, laki-laki juga harus. Apa saja, sih?

1. Mencatat Setiap Pengeluaran

egarewga-xkewp

Tahukah kamu, The Balance mengungkapkan bahwa mencatat keuangan bisa membuat pengelolaan finansialmu semakin bagus. Bahkan kamu juga bisa menyadari kebocoran kecil setiap harinya yang sebelumnya tak kamu sadari. 

Contohnya adalah kebiasaan ngopi. misalnya sekali ngopi kamu menghabiskan uang sebesar Rp 25.000. Maka sebulan kamu sudah menghabiskan uang sebanyak Rp 750.000, besar banget kan?

Setelah mengetahui kebocoran-kebocoran finansial, kamu akan berhati-hati serta lebih perhitungan dalam membelanjakan uang. Jadi, kamu lebih bijak mengelola keuanganmu.

2. Rutin Membuat Perencanaan Anggaran Belanja

dfgaeg-gtf8x

Selain membangun kebiasaan mencatat pengeluaran, kamu juga harus mulai membuat rancangan anggaran. Tujuannya adalah agar pengeluaran bulananmu tidak membengkak tanpa kamu sadari. 

Salah satu teknik perencanaan yang bisa kamu coba adalah Zero Budgeting, dimana kamu memaksimalkan seluruh pendapatan untuk berbagai kebutuhan dan menabung. Berdasarkan Investopedia, teknik ini ampuh untuk menekan kebiasaan belanja berlebihan.

3. Menabung dan Investasi

michael-fortsch-SIz6izQKxzs-unsplash-gwvco

Langkah ketiga untuk membangun kebiasaan dan perilaku finansial adalah mulai menabung dan berinvestasi. Kamu bisa menggunakan metode Elizabeth Warren, yaitu : 50-30-20. Angka tersebut menunjukkan bahwa sebesar 50% anggaran untuk kebutuhan pokok, 30% untuk rekreasional, dan 20% untuk menabung.

Namun perilaku kecil ini kadang terasa berat, terutama bagi kamu yang belum terbiasa menabung dan masih meneruskan kebiasaan berbelanja. Ingatlah wejangan dari Raditya Dika, “menunda kesenangan sekarang akan memberikanmu kesenangan di masa depan”.

4. Berhutang is A Big No

tdyjtd-ge3at

Siapa, sih, yang tidak happy dengan adanya fitur pay-later atau kredit di beberapa aplikasi e-commerce? Semua barang impian yang dulunya belum kesampaian untuk dibeli, akhirnya bisa dimiliki melalui cicilan. Tapi ingat, hutang dalam bentuk apapun tetaplah hutang, yang malah jadi membayar lebih mahal kalau ditotalkan. 

Agar dompet tidak makin bocor, cobalah kurangi menggunakan fitur tersebut. Sebagai gantinya, cobalah cari penghasilan tambahan, sehingga finansialmu tetap sehat.

Mengelola keuangan tidak semata hanya soal mengatur uang keluar, tapi bagaimana bisa menambahkan akses baru ke pendapatan.

Melawan stigma negatif tentang perempuan dan uang memang tidak mudah, butuh perjuangan dan kebiasaan kecil yang harus dimulai dari sekarang.

Kalau bingung gimana cara mengaturnya yang lebih efektif atau butuh mentor untuk kamu makin paham caranya, program SheHacks 2022 jadi jawabannya.

Bersama ribuan perempuan lainnya, kamu bisa mengikuti program pembinaan khusus perempuan yang bisa menjadi solusi untuk masalah yang ada di Indonesia. Kerennya lagi, kamu bisa memenangkan hadiah sebesar Rp 150 Juta.

Selain mentoring bersama para pakar industri, kamu berpeluang dalam kolaborasi partner dan bergabung dengan komunitas perempuan yang memiliki visi mengatasi kesenjangan gender. Terutama dalam hal finansial, sehingga nantinya berefektif menghilangkan stigma negatif pada perempuan tentang pengelolaan keuangan.

Read more