NFTalks : Seniman Perempuan, NFT, dan Karya Cipta

published on 21 June 2022
webinar-2ddvc

SheHacks 2022 kembali menggelar webinar yang kali ini berjudul “Bagaimana NFT Mendorong Revolusi Kesetaraan Dalam Gender dan Ekonomi Kreatif”. 

Webinar yang ditayangkan melalui kanal YouTube Indosat Ooredoo Hutchison pada 9 Juni 2022 ini menghadirkan pembicara keren yaitu CEO Decentralized Bio Network, Pandu Sastrowardoyo, Co-Founder Robomot NFT, Lia Sadia, dan Founder label Nona Loose Fashion, Andani Agniputri. Acara berdurasi satu jam ini dipandu oleh Sprint Facilitator Konversi & Product Manager Broom.id, Catra Darusman sebagai moderator.

Pembahasan pertama mengulas tentang eksistensi NFT atau Non-Fungible Token, apakah sekedar tren atau memang akan menjadi sesuatu yang penting di masa depan. NFT yang merupakan aset digital dapat berfungsi sebagai tanda kepemilikan barang secara sah, yang dapat terbeli lewat mata uang kripto.

Pandu Sastrowardoyo selaku moderator, yang sudah belasan tahun menggeluti dunia tersebut mengungkapkan, aset digital ini akan mengalami fluktuasi. Artinya, akan ada masa naik dan turun. 

Meski demikian, jika mengalami kestabilan, akan memberi banyak manfaat dan pengaruh terhadap banyak hal. Terlebih untuk digitalisasi aset karya seni atau koleksi lainnya yang menjadi barang jual beli terverifikasi dengan memanfaatkan blockchain.

Perlindungan Karya Cipta

Kemudian, mengenai perlindungan karya cipta aset digital dalam ekonomi kreatif di Indonesia, Pandu Sastrowardoyo mengatakan, secara regulasi memang tidak ada proteksi khusus. 

Dengan adanya sistem ini, setidaknya akan memberikan proteksi. Hal itu dapat tercipta lewat adanya deklarasi, dengan tools tertentu yang menjadikan aset digital memiliki hitungan masuk akal.

Agar dapat terjual dengan baik, setiap aset harus memiliki manfaat dan kegunaan. Setiap pelaku industri ini harus mampu menonjolkan nilai dari sebuah produknya, bukan apa itu produknya sendiri. Terlebih, jika mampu masuk ke dalam jejaring, akan membuatnya lebih bernilai.

Perempuan dalam Industri NFT

Mengenai isu utama kesetaraan gender, Lia Sadia mengakui bahwa bidang ini sangat identik dengan dunia laki-laki. Terlebih, berisikan spekulasi-spekulasi yang membuat perempuan takut, lantaran ingin bermain aman. 

Untuk itu, ia menekankan adanya edukasi agar memunculkan keberanian para perempuan untuk mencuat ke permukaan. 

Sementara itu, Andani Agniputri melihat masih banyak peluang kaum perempuan untuk terjun ke industri ini. Apalagi, industri aset digital bermula dari adanya komunitas. Jadi tidak menutup kemungkinan para perempuan menekuni bidang ini.

Jadikan Perempuan Indonesia Lebih Unggul

Webinar SheHacks 2022 mempunyai misi untuk menawarkan akses edukasi, serta menjadikan perempuan Indonesia agar lebih unggul dan berdaya dalam entrepreneurship. Kemudian, melek terhadap perkembangan teknologi. 

Adapun program ini bertujuan untuk berkontribusi pada aksi nyata menyikapi berbagai disrupsi. Terlebih yang mempengaruhi partisipasi perempuan dalam membangun lingkungan yang ramah terhadap kesetaraan gender.

Pendaftaran program ini masih dibuka hingga 31 Juli 2022, tanpa dipungut biaya. Kamu bisa mendapatkan pembinaan dari para ahli, jejaring dengan potensial investor untuk menciptakan pemberdayaan besar terhadap perempuan di Indonesia. Raih juga kesempatan memenangkan total hadiah Rp150 juta, dengan partisipasi kamu di SheHacks 2022.

Jika kamu ingin menonton lebih lanjut seputar diskusi dari narasumber dan rangkaian webinar Shehacks 2022, kamu bisa kunjungi youtube Indosat Ooredoo Hutchison atau klik link disini.

Read more