Offline to Online: Bersaing dalam Bisnis dengan Teknologi

published on 19 September 2022
image-06xjw

Tidak dipungkiri kalau musim pandemi membuat perilaku konsumen dalam berbelanja jadi berubah drastis. Yang dulunya window shopping jadi opsi paling sehari-hari, kini semua beralih ke online shopping. Dampaknya tidak cuma ke pelaku usaha yang harus beradaptasi terhadap perubahan, tapi juga konsumen yang belum punya pengetahuan lebih tentang pergantian ini pun juga kesulitan. Fenomena ini jadi tantangan sekaligus potensi besar untuk kalangan UMKM.

Pada 13 September 2022 kemarin, SheHacks 2022 bersama Jessica Jacob selaku Principal Business Development dari TapTalk.io dan moderator Hieronymus K. B. selaku Marketing Manager dari KUMPUL membahas lebih jauh strategi yang bisa diimplementasikan untuk teman-teman UMKM dalam webinar bertopik #SheTalks: Bangun UMKM Masa Depan dengan Mengoptimalkan Teknologi Tepat Guna.

Di era teknologi dengan beragam pilihan platform untuk UMKM bisa berjualan secara online. UMKM bisa tergabung dalam e-commerce, marketplace, atau membuat aplikasi digitalnya sendiri untuk bisa terhubung dengan customer mereka. Menurut Jessica, semua harus kembali ke core utama dari bisnis itu, yaitu customer kita.

“Kita perlu tahu customer kita ada di mana. Ibu rumah tangga banyak yang ada di Whatsapp. Anak-anak usia 24 sampai 29 banyak yang aktifnya di Instagram,” jelas Jessica.

Dari bahasan tersebut, perlu untuk pelaku UMKM menentukan siapa target customer mereka, dan aktif di platform apa saja untuk mengoptimalkan strategi teknologinya.

Chat Bot, Marketing, dan Automation

Artificial Intelligence atau paling akrabnya disebut AI mulai jadi salah satu sorotan untuk solusi pelaku UMKM. Menurut Jessica, bisnis UMKM di era digital akan selalu berhadapan dengan waktu. Siapa cepat, dia dapat.

Untuk bisa selalu merespon kebutuhan konsumen dalam waktu yang cepat, menggunakan operator manusia (atau akrabnya sering kita sebut admin) tidak cukup. Tools seperti chat bot jadi satu teknologi yang bisa berdampak maksimal, yang juga memberikan kepuasan untuk customer dalam hal service.

Selain itu, mengimplementasikan trik marketing dan chat bot juga bisa memberikan hasil yang sangat signifikan.

Marketing memang metode yang tidak akan pernah lekang oleh waktu, dan uniknya, marketing selalu punya keunikannya dari masa ke masa. Menurut Jessica, di era digital sekarang marketing menggunakan content sangat efektif untuk UMKM yang launching brand atau sekedar info tentang promo.

Salah satu yang disorot oleh Jessica adalah bagaimana memberikan konten edukasi seputar brand untuk customer pada marketing campaign yang diakhiri dengan memberikan kode promo bisa meningkatkan penjualan hingga 14 kali lipat.

Chat Bot Mahal dan Susah?

Penggunaan chat bot bisa dibilang hal yang belum lumrah digunakan oleh pelaku UMKM, dan cenderung menganggap penggunaan chat bot terbilang mahal, susah dan terlalu kompleks karena harus paham AI, coding, dan lain sebagainya.

Nyatanya ada beragam jenis chat bot yang bisa diakses oleh pelaku UMKM tanpa harus mengerti soal teknik pemrograman atau harus mengeluarkan biaya yang besar. Semua kembali ke kebutuhan pelaku UMKM itu sendiri.

Selain itu, penggunaan chat bot juga bisa membuat hubungan antara brand dan customernya jadi semakin personal melalui customization chat bot itu sendiri. Bagi Jessica, penggunaan berbagai teknologi untuk UMKM, khususnya chat bot, bisa sangat efektif untuk pelaku UMKM bisa terus bertahan di tengah persaingan bisnis era digital yang makin ramai.

Membahas teknologi memang tidak akan pernah ada habisnya, apalagi untuk UMKM Indonesia makin berkembang. Webinar SheHacks 2022 selanjutnya akan membahas lebih banyak lagi seputar teknologi, bisnis, dan fungsinya untuk meningkatkan kesetaraan gender di Indonesia. Lihat jadwal webinarnya di www.shehacks.id, dan daftar sekarang!

Read more