Perempuan dan Pendidikan dalam Gerakan Perekonomian Maju

published on 28 June 2022
asian-muslim-lady-write-information-strategy-reminder-glass-board-new-normal-office-43222

Kamu pasti pernah mendengar, “Ngapain sekolah tinggi-tinggi kalau akhirnya jadi ibu rumah tangga,” kan? Kalimat barusan adalah stereotip yang seringkali disematkan kepalada perempuan, terutama yang ingin meraih pendidikan. Tidak hanya menjatuhkan, tapi juga menjadi tekanan dan hambatan untuk mereka.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim, terdapat 3 hal menghambat perempuan menggapai impian mereka, yaitu kekerasan, perundungan, dan intoleransi. 

Banyak pihak akhirnya berusaha menghilangkan stereotip dan membangun ekosistem yang baik bagi perempuan. Seperti menyediakan tempat belajar yang nyaman, perlindungan secara hukum, dan memperkuat perannya di masyarakat.

xdfgsdfgsDfs-nwprj

Tahun 2021, Kementrian Keuangan mengungkapkan bahwa perempuan memegang peranan kunci dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini berdasarkan data bahwa sebanyak 53% UMKM adalah milik perempuan dan kontribusi perempuan dalam investasi sebanyak 60%. 

Peranan tersebut sangatlah besar, mengingat UMKM berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia, bahkan bisa mempercepat pemulihan pasca krisis. Hal ini sejalan dengan pernyataan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik bahwa UMKM memiliki peranan besar dalam membangun ekonomi Indonesia pasca COVID-19.

Perempuan juga Harus Mengenyam Pendidikan

sDFsG-g6vkk

Tingginya angka partisipasi perempuan dalam pembangunan tersebut tak terlepas dari jenjang pendidikannya. Perempuan berpendidikan dominan jauh lebih mandiri tanpa harus bergantung pada ekonomi pria/pasangannya, pandai mengelola keuangan, bahkan cepat dalam mengambil keputusan. 

Hal ini sejalan dengan data dari BPS, angka partisipasi perempuan di berbagai bidang pekerjaan sebagai PNS meningkat lebih dari 300% dari tahun 2007 - 2016. Tingginya angka ini juga disebabkan oleh meningkatnya angka partisipasi pendidikan tinggi oleh perempuan. Ini telah memberikan gambaran bahwa peran perempuan di masyarakat semakin kuat dan menjadi agen penting dalam mematahkan stigma negatif terhadap perempuan.

Pendidikan untuk perempuan tidak semata hanya soal status dan pengetahuan, melainkan  juga membangun keterampilan dan meningkatkan kemandirian. Tidak hanya pendidikan formal, tetapi juga pendidikan non-formal, seperti pelatihan, kursus, webinar, dan sesi diskusi terbuka.

Penghapusan stigma negatif melalui bidang pendidikan ini tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kamu juga bisa ikut berperan melawan stigma tersebut, mulai dari mengikuti program pembinaan SheHacks 2022. Program ini mendorong perempuan untuk melawan kesenjangan gender di masyarakat melalui inovasi teknologi.

Selain itu, kamu bisa bertemu dengan perempuan-perempuan inspiratif, mendengar kisah mereka, dan menjadi salah satu dari perempuan hebat Indonesia.

Yuk, tunggu apa lagi, gabung program SheHacks 2022 dan mulai menginspirasi perempuan lainnya.

Jangan tunda hal baik, raih kesempatanmu untuk menjadi agen perubahan!

Read more