Wirausaha, Pendidikan, dan Inovasi: Memupuk Seni Kewirausahaan Pelajar Masa Kini

published on 26 July 2022
Screenshot (817)-443fq

Berwirausaha adalah keberanian untuk membangun ketangguhan.

Kutipan ini muncul pada sesi Webinar SheHacks di 21 Juli kemarin, dengan tema “Siap Berusaha di Usia Muda” dan jadi pembuka dari seluruh diskusi pada seri webinar.

Sesi webinar kali ini cukup berbeda dari sesi-sesi sebelumnya, yaitu dihadari oleh para pelajar dan generasi muda se-Indonesia, karena tema kali ini akan membahas bagaimana menjadi seorang wirausaha dan menciptakan bisnis secara tepat walau masih menjadi seorang pelajar.

Dari kutipan di atas, ternyata ada banyak hal yang memengaruhi cara generasi muda kita dalam menjajaki dunia kewirausahaan, terutama dalam hal pendidikan, mindset, dan ketangguhan diri.

Pendidikan, Pemerintah, dan Ketangguhan

Webinar kali ini mengundang  Dr. Drs. Wardani Sugiyanto, M.Pd. selaku Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, dan menurut beliau, wirausaha, pendidikan, ketangguhan, dan wirausaha jadi elemen yang penting untuk diimplementasikan di sistem pendidikan untuk generasi muda.

Untuk mendukung proses tersebut, pihak pemerintah melalui program Kurikulum Merdeka sudah mempersiapkan pelajar ataupun lulusan untuk bisa lebih unggul dalam beriwirausaha. Terlebih di era digital yang makin ramai, momentum ini jadi penting untuk pemerintah juga makin gencar menyempurnakan proses ini.

Mulai dari pengadaan fasilitas IT dan kurikulum kewirausahaan dalam berbagai sektor, seperti kuliner, jasa, fashion, dan lain-lain.

Wirausaha, Konsep Berpikir, dan Keuangan

Lain kacamata pemerintah dan pendidikan, lain pula dari kacamata seorang entrepreneurs. Bonnie Rambatan (Chief Revenue Officer dari ULTRA) juga menekankan pada kesiapan generasi muda, terutama pelajar, sebelum memulai berwirausaha.

Menurutnya, “mental menjadi seorang wirausaha harus dimulai dari kemampuan berpikir secara design thinking,” yaitu berwirausaha tidak hanya semata bisa menciptakan bisnis atau produk tapi juga memahami terlebih dahulu kebutuhan pasar untuk memecahkan permasalahan yang ada.

Selain itu, paham tentang financial management juga penting untuk mulai dipelajari oleh para pelajar untuk jadi dasar dalam berwirausaha, karena ketika bisnis sudah growing dengan catatan keuangan yang rapi, akan bisa membuka peluang bisnis yang lebih besar.

Peluang, Keberanian, dan Tantangan

Kalau ditanya tentang tantangan yang paling dihadapi oleh pemerintah untuk mendukung jiwa wirausaha pelajar perempuan, bagi Bapak Wardani, adalah keberanian generasi muda dalam menghadapi peluang.

Menurutnya kompetensi dan pengetahuan pelajar Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi, namun mempunyai kelemahan yang cukup signifikan, yaitu para pelajar terkadang takut untuk mengambil peluang yang telah muncul di hadapan mereka. Baik itu ketakutan dalam membuat kesalahan ataupun gagal dalam menjalani bisnis.

Walau kesalahan juga adalah proses dari pembelajaran, riset terhadap masalah yang dihadapi oleh pasar bisa jadi satu metode untuk meminimalisir terjadinya kegagalan dalam berbisnis.

“Kalau teman-teman siap jadi wirausaha, jangan membuat sesuatu yang tidak dibutuhkan, jadi lakukan market research yang baik,” tambah Bonnie Rambatan, mengakhiri sesi webinar kali ini yang bisa kamu tonton ulang di Youtube Indosat Ooredoo Hutchison.

Semua proses tersebut harus dilalui, tidak terkecuali calon wirausaha muda yang masih menjadi seorang pelajar. Selain fasilitas dan pemahaman lebih lanjut, pendampingan oleh mentor kewirausahaan juga penting untuk dimiliki pelajar untuk mengembangkan ide bisnis mereka.

Tapi tidak perlu khawatir. Semuanya bisa didapatkan melalui program SheHacks 2022. Mulai dari pendampingan, kelas pengembangan bisnis, hingga dukungan untuk mengembangkan bisnis kedepannya tersedia seluruh pelajar Indonesia.


Pendaftaran akan segera ditutup di akhir Juli, siapkan ide bisnis dan inovasi kamu, dan daftar sekarang di www.shehacks.id. Menangkan juga kesempatan meraih 150 Juta Rupiah dari invoasi bisnismu.

Read more